Tentang Saya

Foto saya
Berdo'a dan bekerja keras....!!! Insya Allah cita-cita kita tercapai.
Tampilkan postingan dengan label Teknik Refinery. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Refinery. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Januari 2010

Tingkatkan Kinerja di Sektor Hilir


Sektor hilir, khususnya bidang pemasaran dan niaga merupakan bidang yang pertama kali disentuh dalam program transformasi Pertamina yang dimulai sejak tahun 2006. Sebagai bukti dari hasil kerja keras dalam melaksanakan transformasi dan untuk menunjukkan bahwa transformasi yang dijalankan telah menghasilkan berbagai capaian yang membanggakan, Pertamina mengadakan pameran Produk Baru, Sistem dan Infrastruktur serta Moda Transportasi. Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Agustiawan, menyampaikan dalam sambutannya, "Dengan adanya display new product, program dan infrastruktur penunjang kegiatan operasional Direktorat Pemasaran dan Niaga, saya berharap agar hal ini mampu menjadi pendorong bagi kita untuk terus-menerus memberikan yang lebih baik bagi perusahaan". Pameran ini diadakan di Kantor Pusat PT Pertamina (Persero) dan memamerkan ide-ide radikal yang telah menghasilkan produk inovatif yang berhasil dipasarkan dengan baik, dan tidak sedikit yang mampu bersaing di pasar internasional. Selain itu, dipamerkan juga pengembangan infrastruktur yang menunjang kegiatan pemasaran dan distribusi Pertamina. Tak kalah pentingnya, dipamerkan juga produk seperti Pelumas, Aviasi, Petrochemical, Gas Domestik.Pencapaian-pencapaian yang penting yang telah dicapai Pertamina di bidang Pemasaran dan Niaga diantaranya adalah keberhasilan Pertamina merubah imagenya di masyarakat melalui perbaikan SPBU dari segi kualitas dan kuantitas baik pelayanan, maupun produknya. Pertamina bahkan juga mengambil alih operasi beberapa SPBU yang dianggap strategis untuk lebih meningkatkan control terhadap standar pelayanan SPBU tersebut. Untuk menjamin pendistribusian produk Pertamina terutama BBM dan LPG maupun crude oil, Pertamina juga telah memperbaiki infrastruktur dan moda transportasi. Hal ini juga berkaitan erat dengan kepuasan konsumen dalam hal ketersediaan produk yang dibutuhkan. Di bisnis Aviasi, Pertamina telah meningkatkan pelayanan dengan memperkenalkan layanan terbaru yaitu online e-serv aviasi. Pertamina juga mengembangkan produk baru pelumas, BBM industri dan marine, petrokimia dan energi alternatif DME.Pencapaian penting lain telah diraih Pertamina adalah berhasilnya pelaksanaan konversi minyak tanah ke LPG. Realisasi pelaksanaan Konversi LPG tahun 2009 dalam pendistribusian tabung dan kompor mencapai 24,1 Juta KK dari target 23,7 Juta KK (pencapaian 101%). Akumulasi penghematan subsidi mencapai Rp. 15 Trilyun dan apabila dikurangkan dengan biaya paket konversi Rp. 10 Trilyun maka diperoleh nett penghematan sebesar Rp. 5 Trilyun. "Upaya-upaya tersebut dilakukan tidak semata-mata sebagai implementasi perubahan Pertamina guna memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia dan menghadapi persaingan bisnis, melainkan juga memberikan saving untuk meningkatkan revenue Pertamina." Ujar Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero), Ahmad Faisal, dalam sambutannya. "Total volume penjualan produk-produk Direktorat Pemasaran dan Niaga, PSO dan Non PSO tahun 2009 mencapai 64,4 Juta setara KL dengan revenue tahun 2009 mencapai Rp. 300,8 Trilyun." sambungnya.Selama tahun 2009, beberapa terobosan penting yang dilakukan Pertamina di bidang hilir diantaranya Peresmian Lube Oil Blending Plant (LOBP) Gresik sebagai pabrik oli termodern di Asia Tenggara tanggal 31 Januari 2009, Pembukaan dan Launching pemasaran Pelumas Pertamina ke Australia tanggal 23 Oktober 2009, Commisioning Pembangunan Terminal Transit Utama Tuban dan Pembangunan Automization Filling Shed ISG (Instalasi Surabaya Group) yang selesai diakhir Desember 2009, dan direncanakan untuk dilaunching di Bulan Februari 2010.


Read more...

Minggu, 10 Januari 2010

Komposisi Minyak Bumi


Komponen kimia dari minyak bumi dipisahkan oleh proses distilasi, yang kemudian, setelah diolah lagi, menjadi minyak tanah, bensin, lilin, aspal, dll.
Minyak bumi terdiri dari hidrokarbon, senyawaan hidrogen dan karbon.
Empat alkana teringan- CH4 (metana), C2H6 (etana), C3H8 (propana), dan C4H10 (butana) - semuanya adalah gas yang mendidih pada -161.6 °C, -88.6 °C, -42 °C, dan -0.5 °C, berturut-turut (-258.9°, -127.5°, -43.6°, dan +31.1° F).
Rantai dalam wilayah C5-7 semuanya ringan, dan mudah menguap, nafta jernih. Senyawaan tersebut digunakan sebagai pelarut, cairan pencuci kering (dry clean), dan produk cepat-kering lainnya. Rantai dari C6H14 sampai C12H26 dicampur bersama dan digunakan untuk bensin. Minyak tanah terbuat dari rantai di wilayah C10
Minyak pelumas dan gemuk setengah-padat (termasuk Vaseline®) berada di antara C16 sampai ke C20.
Rantai di atas C20 berwujud padat, dimulai dari "lilin, kemudian tar, dan bitumen aspal.
Titik pendidihan dalam tekanan atmosfer fraksi distilasi dalam derajat Celcius:
minyak eter: 40 - 70 °C (digunakan sebagai pelarut)
minyak ringan: 60 - 100 °C (bahan bakar mobil)
minyak berat: 100 - 150 °C (bahan bakar mobil)
minyak tanah ringan: 120 - 150 °C (pelarut dan bahan bakar untuk rumah tangga)
kerosene: 150 - 300 °C (bahan bakar mesin jet)
minyak gas: 250 - 350 °C (minyak diesel/pemanas)
minyak pelumas: > 300 °C (minyak mesin)
sisanya: tar, aspal, bahan bakar residu
Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat anorganik yang dihasilkan secara alami dalam perut bumi. Namun, pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.


Read more...

Jumat, 08 Januari 2010

Produk pengolahan minyak besar


Read more...

Produk Minyak Bumi


Produk minyak bumi adalah bahan bermanfaat yang berasal dari minyak mentah (minyak bumi) setelah diproses di pengolahan minyak.
Menurut komposisi dan permintaan minyak mentah, pengolahan dapat memproduksi berbagai jenis produk minyak bumi. Produk minyak terbesar digunakan sebagai energi; bermacam tingkatan minyak bahan bakar dan bensin. Pengolahan juga memproduksi bahan kimia lain, beberapa diantaranya digunakan dalam proses kimia untuk membuat plastik dan bahan berguna lainnya. Sejak minyak bumi sering berisi beberapa persen sulfur, sejumlah besar sulfur juga sering diproduksi sebagai produk minyak bumi. Hidrogen dan karbon dalam bentuk arang minyak bumi juga dapat diproduksi sebagai produk minyak bumi. Produk hidrogen sering digunakan sebagai produk perantara untuk proses pengolahan minyak lainnya seperti pemecahan katalitis hidrogen (pemecahan hidro) dan hidrodesulfurisasi.


Read more...

Pengertian Kilang Minyak


Kilang minyak (oil refinery) adalah pabrik/fasilitas industri yang mengolah minyak mentah menjadi produk petroleum yang bisa langsung digunakan maupun produk-produk lain yang menjadi bahan baku bagi industri petrokimia. Produk-produk utama yang dihasilkan dari kilang minyak antara lain: minyak bensin (gasoline), minyak disel, minyak tanah (kerosene). Kilang minyak merupakan fasilitas industri yang sangat kompleks dengan berbagai jenis peralatan proses dan fasilitas pendukungnya. Selain itu, pembangunannya juga membutuhkan biaya yang sangat besar.
Read more...

Proses Operasi di dalam Kilang Minyak


Minyak mentah yang baru dipompakan ke luar dari tanah dan belum diproses umumnya tidak begitu bermanfaat. Agar dapat dimanfaatkan secara optimal, minyak mentah tersebut harus diproses terlebih dahulu di dalam kilang minyak.
Minyak mentah merupakan campuran yang amat kompleks yang tersusun dari berbagai senyawa hidrokarbon. Di dalam kilang minyak tersebut, minyak mentah akan mengalami sejumlah proses yang akan memurnikan dan mengubah struktur dan komposisinya sehingga diperoleh produk yang bermanfaat.
Secara garis besar, proses yang berlangsung di dalam kilang minyak dapat digolongkan menjadi 5 bagian, yaitu:
Proses Distilasi, yaitu proses penyulingan berdasarkan perbedaan titik didih; Proses ini berlangsung di Kolom Distilasi Atmosferik dan Kolom Destilasi Vakum.
Proses Konversi, yaitu proses untuk mengubah ukuran dan struktur senyawa hidrokarbon. Termasuk dalam proses ini adalah:
Dekomposisi dengan cara perengkahan termal dan katalis (thermal and catalytic cracking)
Unifikasi melalui proses alkilasi dan polimerisasi
Alterasi melalui proses isomerisasi dan catalytic reforming
Proses Pengolahan (treatment). Proses ini dimaksudkan untuk menyiapkan fraksi-fraksi hidrokarbon untuk diolah lebih lanjut, juga untuk diolah menjadi produk akhir.
Formulasi dan Pencampuran (Blending), yaitu proses pencampuran fraksi-fraksi hidrokarbon dan penambahan bahan aditif untuk mendapatkan produk akhir dengan spesikasi tertentu.
Proses-proses lainnya, antara lain meliputi: pengolahan limbah, proses penghilangan air asin (sour-water stripping), proses pemerolehan kembali sulfur (sulphur recovery), proses pemanasan, proses pendinginan, proses pembuatan hidrogen, dan proses-proses pendukung lainnya.


Read more...

Proses Distilasi


Tahap awal proses pengilangan berupa proses distilasi (penyulingan) yang berlangsung di dalam Kolom Distilasi Atmosferik dan Kolom Distilasi Vacuum. Di kedua unit proses ini minyak mentah disuling menjadi fraksi-fraksinya, yaitu gas, distilat ringan (seperti minyak bensin), distilat menengah (seperti minyak tanah, minyak solar), minyak bakar (gas oil), dan residu. Pemisahan fraksi tersebut didasarkan pada titik didihnya.
Kolom distilasi berupa bejana tekan silindris yang tinggi (sekitar 40 m) dan di dalamnya terdapat tray-tray yang berfungsi memisahkan dan mengumpulkan fluida panas yang menguap ke atas. Fraksi hidrokarbon berat mengumpul di bagian bawah kolom, sementara fraksi-fraksi yang lebih ringan akan mengumpul di bagian-bagian kolom yang lebih atas.
Fraksi-fraksi hidrokarbon yang diperoleh dari kolom distilasi ini akan diproses lebih lanjut di unit-unit proses yang lain, seperti: Fluid Catalytic Cracker, dll.
Read more...

Produk-produk Kilang Minyak


Produk-produk utama kilang minyak adalah:
Minyak bensin (gasoline). Minyak bensin merupakan produk terpenting dan terbesar dari kilang minyak.
Minyak tanah (kerosene)
LPG (Liquified Petroleum Gas)
Minyak distilat (distillate fuel)
Minyak residu (residual fuel)
Kokas (coke) dan aspal
Bahan-bahan kimia pelarut (solvent)
Bahan baku petrokimia
Minyak pelumas


Read more...

Kilang Minyak di Indonesia


Di Indonesia terdapat sejumlah kilang minyak, antara lain:
Pertamina Unit Pengolahan I Pangkalan Brandan, Sumatera Utara (Kapasitas 5 ribu barel/hari). Kilang minyak pangkalan brandan sudah ditutup sejak awal tahun 2007
Pertamina Unit Pengolahan II Dumai/Sei Pakning, Riau (Kapasitas Kilang Dumai 127 ribu barel/hari, Kilang Sungai Pakning 50 ribu barel/hari)
Pertamina Unit Pengolahan III Plaju, Sumatera Selatan (Kapasitas 145 ribu barel/hari)
Pertamina Unit Pengolahan IV Cilacap (Kapasitas 348 ribu barel/hari)
Pertamina Unit Pengolahan V Balikpapan, Kalimantan Timur (Kapasitas 266 ribu barel/hari)
Pertamina Unit Pengolahan VI Balongan, Jawa Barat (Kapasitas 125 ribu barel/hari)
Pertamina Unit Pengolahan VII Sorong, Irian Jaya Barat (Kapasitas 10 ribu barel/hari)
Pusdiklat Migas Cepu, Jawa Tengah (Kapasitas 5 ribu barel/hari)
Semua kilang minyak di atas dioperasikan oleh Pertamina.
Read more...