Tentang Saya

Foto saya
Berdo'a dan bekerja keras....!!! Insya Allah cita-cita kita tercapai.
Tampilkan postingan dengan label Teknik Produksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknik Produksi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Januari 2010

Artificial Lift


Artificial lift adalah metode untuk mengangkat hidrokarbon, umumnya minyak bumi, dari dalam sumur ke atas permukaan. Ini biasanya dikarenakan tekanan reservoirnya tidak cukup tinggi untuk mendorong minyak sampai ke atas ataupun tidak ekonomis jika mengalir secara alamiah. Artificial lift umumnya terdiri dari lima macam yang digolongkan menurut jenis peralatannya. Pertama adalah yang disebut subsurface electrical pumping, menggunakan pompa sentrifugal bertingkat yang digerakan oleh motor listrik dan dipasang jauh di dalam sumur.
Yang kedua adalah sistem gas lifting, menginjeksikan gas (umumnya gas alam) ke dalam kolom minyak di dalam sumur sehingga berat minyak menjadi lebih ringan dan lebih mampu mengalir sampai ke permukaan.
Teknik ketiga dengan menggunakan pompa elektrikal-mekanikal yang dipasang di permukaan yang umum disebut sucker rod pumping atau juga beam pump. Menggunakan prinsip katup searah (check valve), pompa ini akan mengangkat fluida formasi ke permukaan. Karena pergerakannya naik turun seperti mengangguk, pompa ini terkenal juga dengan julukan pompa angguk.
Metode keempat disebut sistem jet pump. Fluida dipompakan ke dalam sumur bertekanan tinggi lalu disemprotkan lewat nosel ke dalam kolom minyak. Melewati lubang nosel, fluida ini akan bertambah kecepatan dan energi kinetiknya sehingga mampu mendorong minyak sampai ke permukaan. Terakhir, sistem yang memakai progressive cavity pump (sejenis dengan mud motor). Pompa dipasang di dalam sumur tetapi motor dipasang di permukaan. Keduanya dihubungkan dengan batang baja yang disebut sucker rod.

Link: http://www.agussuwasono.com/technical-references/oil-knowledge/277-proses-pembentukan-minyak-bumi-.html?start=2
Read more...

Tujuan Stimulasi


Stimulasi (stimulation) adalah proses mekanikal dan/atau chemical yang ditujukan untuk menaikan laju produksi dari suatu sumur. Metode stimulasi dapat dikategorikan tiga macam yang semuanya memakai fluida khusus yang dipompakan ke dalam sumur. Pertama, wellbore cleanup. Fluida treatment dipompakan hanya ke dalam sumur, tidak sampai ke formasi. Tujuan utamanya untuk membersihkan lubang sumur dari berbagai macam kotoran, misalnya deposit asphaltene, paraffin, penyumbatan pasir, dsb. Fluida yang digunakan umumnya campuran asam (acid) karena sifatnya yang korosif. Yang kedua adalah yang disebut stimulasi matriks. Fluida diinjeksikan ke dalam formasi hidrokarbon tanpa memecahkannya. Fluida yang dipakai juga umumnya campuran asam. Fluida ini akan “memakan” kotoran di sekitar lubang sumur dan membersihkannya sehingga fluida hidrokarbon akan mudah mengalir masuk ke dalam lubang sumur. Teknik ketiga dinamakan fracturing; fluida diinjeksikan ke dalam formasi dengan laju dan tekanan tertentu sehingga formasi akan pecah atau merekah. Pada propped fracturing, material proppant (mirip pasir) digunakan untuk menahan rekahan formasi agar tetap terbuka. Sementara pada acid fracturing, fluida campuran asam digunakan untuk melarutkan material formasi di sekitar rekahan sehingga rekahan tersebut menganga terbuka. Rekahan ini akan menjadi semacam jalan tol berkonduktivitas tinggi dimana fluida hidrokarbon dapat mengalir dengan lebih optimum masuk ke dalam sumur.


Read more...

Well Testing


Well testing adalah metode untuk mendapatkan berbagai properti dari reservoir secara dinamis dan hasilnya lebih akurat dalam jangka panjang. Tujuannya:
-Untuk memastikan apakah sumur akan mengalir dan berproduksi.
-Untuk mengetahui berapa banyak kandungan hidrokarbon di dalam reservoir dan kualitasnya.
-Untuk memperkirakan berapa lama reservoirnya akan berproduksi dan berapa lama akan menghasilkan keuntungan secara ekonomi.
Teknik ini dilakukan dengan mengkondisikan reservoir ke keadaan dinamis dengan cara memberi gangguan sehingga tekanan reservoirnya akan berubah. Jika reservoirnya sudah/sedang berproduksi, tes dilakukan dengan cara menutup sumur untuk mematikan aliran fluidanya. Teknik ini disebut buildup test. Jika reservoirnya sudah lama idle, maka sumur dialirkan kembali. Teknik ini disebut drawdown test.


Read more...

Senin, 18 Januari 2010

Perananan Geologist Setelah Produksi


Setelah produksi, geologist tetap punya peranan yang besar. Walaupun sudah produksi lapangan masih perlu dikembangkan. Sumur-sumur tambahan dibor lagi untuk menahan laju penurunan produksi. Sumur-sumur yang lamapun masih punya peluang untuk menambah produksi.


Read more...

Gas Lift


Gas Lift adalah salah satu teknik EOR (enhanced oil recovery). Saat produksi sumur menurun dan produksi air meningkat, tekanan dari reservoir sudah tidak mampu melawan tekanan hidrostatik di tubing sehingga produksi minyak sulit mencapai ke permukaan. Gas lift akan menurunkan berat jenis cairan sehingga tekanan hidrostatik di tubing pun turun, sehingga membantu produksi minyak ke permukaan.


Read more...

Jumat, 08 Januari 2010

Chevron Buka 225 Sumur Baru untuk Dongkrak Produksi Minyak



PEKANBARU–MI:PT Chevron Pasifiq Indonesia (CPI) tahun ini membuka 225 sumur baru guna mendongkrak produksi minyak bumi perusahaan tersebut yang saat ini cenderung menurun.ulai pada 2012.
Pada tahun ini kami berusaha mengoptimalkan produksi minyak yang saat ini sudah menurun 10% atau sekitar 380 ribu barel per hari. Melalui penambahan menjadi 750 sumur diharapkan produksi setidaknya dapat tetap terjaga pada posisi tersebut, kata Manager Public Relations PT CPI Hanafi Kadir kepada Media Indonesiadi Pekanbaru, Rabu (11/3).
Pada 2008, lanjut Hanafi, produksi minyak bumi Chevron masih mencapai 408 barel per hari dengan jumlah sumur sekitar 525 unit. Namun jumlah produksi sebesar itu tidak lagi dapat dipertahankan akibat penurunan alami sebesar 15% hingga 20% yang kerap melanda sumur-sumur tua eksplorasi minyak bumi di seluruh dunia.
Oleh karena itu, untuk mengoptimalkan kembali produksi di ladang-ladang tua tersebut, PT CPI mengambil terobosan dengan menambah sumur produksi di sejumlah blok eksplorasi.
Penambahan sumur baru itu akan dilakukan di lapangan Duri. Di samping itu, kami tetap berusaha memaksimalkan produksi di sumur-sumur tua hingga masa kontrak kami berakhir pada 2021 nanti, ujarnya.
Sementara itu, terobosan berupa injeksi surfactantatau mengambil sisa-sisa minyak bumi yang masih tertempel di pori-pori lapisan bumi akan resmi dimulai pada 2012.
Program injeksi surfactantmerupakan suatu langkah terobosan kami dalam meningkatkan produksi sekaligus kegiatan eksplorasi. Pilot project untuk program ini akan dipusatkan di ladang Minas, jelas Hanafi.
Saat ini, ujarnya, program surfactantsudah mulai memasuki tahap obeservasi terhadap potensi minyak bumi yang masih belum tergarap di ladang Minas. Ladang Minas merupakan ladang minyak terbesar yang ada di Asia Tenggara dengan jumlah kandungan produksi mencapai 9 miliar barel.
Sampai saat ini Chevron baru bisa memanfaatkan separuh dari cadangan minyak di ladang itu, kata Hanafi.(RK/OL-01)


Read more...

Produksi Sumur Minyak Sukowati

Bojonegoro - Produksi sumur minyak Sukowati di Bojonegoro diproyeksikan 57.000 barel per hari. Produksi puncak ini akan tercapai pada tahun 2011, kata Achting Field Manager Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java (PPEJV), Budi Tambunan, Jumat.Pihaknya akan mencari lokasi baru di luar sumur minyak yang sudah ada di pad A di Desa Campurejo, Kecamatan Kota dan pad B di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas."Target sudah kami temukan, tinggal mencari lokasi yang tepat untuk melakukan pengeboran," katanya.Prospek potensi cadangan minyak itu dilakukan setelah melalui penelitian seismik di wilayah Blok Tuban yang masuk lapangan Sukowati. Sementara ini, baik di pad A mapun B lapangan Sukowati, masing-masing ada enam sumur minyak yang total produksinya 37.000 barel per hari.Di pad B, di Desa Ngampel, sesuai skenario, akan ditambah lagi tiga sumur minyak, yaitu Sumur 14, 15, dan 16, yang dijadwalkan pengeborannya rampung pada tahun 2010. Untuk mencapai produksi puncak 57.000 barel/hari itu, kata dia, akan ditambah lagi dengan melakukan pengeboran tiga sumur minyak yang hingga sekarang masih dicari lokasi yang tepat. "Lokasi yang masih kami cari itu, yakni untuk sumur minyak Sukowati 17, 18, dan 19," katanya menjelaskan. Budi mengatakan, "Berbagai usaha terus dilakukan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi minyak dari lapangan Sukowati."Dia lantas mencontohkan sumur minyak Sukowati 9 yang gagal berproduksi, tetap diusahakan bisa berproduksi secara ekonomis.Sumur minyak Sukowati 9 di pad A, pada awal produksi beberapa waktu lalu, hanya mampu mengeluarkan minyak 400 barel per hari. Sumur itu, kata dia, sekarang ini sedang diusahakan bisa berproduksi 1.000 barel/hari. "Kalau bisa berproduksi 1.000 barel per hari, termasuk lumayan," katanya. Masalahnya, kata dia, seluruh sumur minyak Sukowati rata-rata produksi setiap sumurnya 2.500-3.900 barel/hari. " Yang jelas tren produksi minyak dari lapangan Sukowati masih menunjukkan kecenderungan meningkat. Berbeda dengan lapangan Mudi di Tuban, dalam beberapa tahun terakhir ini cenderung turun. Bahkan, 19 sumur minyak di sana hanya berproduksi 2.600 barel per hari," katanya.


Read more...

Rabu, 06 Januari 2010

Encanched Oil Recovery berdasarkan Fluida Mechanism Analysis


Sebelum menginjak pada EOR, maka ada baiknya dipahami bahasan tentang teknik reservoir. Di dalam eksplorasi maupun eksploitasi sangat memerlukan hal ini, yang dapat mengubah ke arah maksimum dari reservoir. Awal dari program reservoar didesain untuk mendapatkan minyak secara optimal dengan biaya yang seminimal mungkin dengan mendayagunakan reservoar sesuai dengan karakteristik yang dimilikinya. Program recovery dipengaruhi oleh ukuran reservoir, ketebalan, tipe dari mekanisme drive-nya dan bagaimana tekanan reservoir dihemat untuk menjadikan recovery yang maksimum. Pada dasarnya definisi Enhanced Oil Recovery adalah suatu metode peningkatan perolehan minyak bumi dengan cara menginjeksikan material atau bahan lain ke dalam reservoir (Lake, 1989 dalam I Wayan Aris Widarmayana, 1979). Metode ini dikenal dengan nama Tertiary Recovery yang dapat dibedakan menjadi dua kategori , yaitu tahap perolehan kedua (secondary recovery) dan tahap perolehan ketiga (tertiary recovery). Metode EOR ini dilakukan setelah tahap perolehan pertama (primary recovery) tidak mampu lagi mengambil secara optimal sisa minyak yang terdapat di dalam batuan reservoir. Proses pada EOR ini meliputi beberapa prinsip yang umumnya melibatkan karakter minyak dan interaksinya terhadap batuan dan air yang terdapat di sekelilingnya. Proses-proses tersebut termasuk pengurangan gaya tegangsn sntar muka, emulsifikasi minyak dan air, pengurangsn viskositas driving fluid dan oil oveling (William, D.B., 1993, dalam IWayan Widarmayana, 1997).Seandainya yang digunakan adalah metode recovery berupa waterflood, perubahan sifat wettability akan menyebabkan perubahan efisiensi perolehan minyak. Salah satu cara untuk mengetahui pengaruh wettability terhadap efisiensi perolehan minyak adalah dengan tes waterflood. Adapun prosedur dari tes waterflood pada core adalah sebagai berikut :• Menjenuhi core dengan air formasi untuk menentukan permeabilita core terhadap air formasi.• Mengalirkan minyak ke dalam core sampai kejenuhan minyak awal (Soi) mencapai 70 % - 80 % serta produksi air formasi berakhir.• Mengalirkan air formasi dengan tekanan tetap (50 psi, untuk mencegah terjadinya end-effects ).• Menghitung permeabilitas relatif.Di dalam aplikasi secara langsung, wettability digunakan untuk menentukan teknik perolehan minyak sekunder ataupun tersier melalui injeksi ke dalam reservoir. Pada batuan yang bersifat water-wet seharusnya menggunakan teknik waterflooding, sedangkan batuan yang bersifat oil-wet sebaiknya menggunakan teknik stem flooding. Adapun sifat-sifat reservoir pada kodisi awal diperlukannya recovery kedua antara lain :- Kejenuhsn minyak dalam lubang rendah.- Vikositas dari minyak tinggi.- Formasi volume factor pada minyak rendah.- Tegangan permukaan pada minyak tinggi.- Tegangan antar muka antara minyak dan air tinggi.- Awal perbedaan tekanan atau distribusi kejenuhan yang berhubungan dengan sifat alami batuan.Rendahnya kejenuhan minyak disebabkan oleh kejenuhan gas yang bebas semakin tinggi, kenaikan dari viskositas minyak menyebabkan hilangnya mobilitas minyak dan mengurangi kejenuhan minyak. Sedangkan untuk injeksi air atau gas perlu memperhatikan Model Hysterisis. Hal ini dikarenakan perpindahan minyak oleh air atau gas yang dialirkan adalah kombinasi dari imbibisi dan proses drainase yang terjadi dalam tiga fase aliran. Kunci mekanisme dalam meningkatkan efisiensi penyapuan atau dalam profile flooding control adalah proses terjebaknya gas dalam reservoir. Dalam reservoir water wet dan reservoir yang adanya mixed wettability, jebakan fase nonwetting oleh tekanan kapiler mengurangi pemisahan gas. Pada waktu yang sama, sisa minyak setelah waterflooding dapat dipindahkan oleh proses entrapment (adanya penjebakan hidrokarbon setempat-setempat atau dikontinuitas dari pendesakan saat injeksi fluida tidak maksimal).Peningkatan perolehan minyak dapat dicapai jika aliran gas tepat pada reservoir tertentu yang diinjeksi, dalam selang seling diisi dengan air. Kejenuhan gas yang lebih tinggi ditujukan ada proses waterflooding, jumlah yang banyak dari gas yang dijebak ke atas dalam jumlah pasti yang dicirikan pada macam-macam property yang diberikan reservoir. Jadi volume gas injeksi yang tersimpan dalam alur perpindahan seharusnya lebih dari cukup untuk membentuk kejenuhan gas yang digunakan untuk alur injeksi air berikutnya. Daftar PustakaAris Widaryamana , I.W., 1997, Karya Skripsi : Pengaruh Tekstur dan Komposisi Mineral Batupasir Sebagai Batuan Reservoar Terhadap Unjuk Kerja Pendeakan Minyak Dalam Rangka Enhanced Oil Recovery, Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universtas Gadjah Mada, Yogyakarta. EOR/General Petroleum Engineering, 1992, Capilarry Pressure and Initial Water Saturation, Chevron Formation Evaluation Seminar, Laguna Beach, California.


Read more...

Minggu, 03 Januari 2010

Oil Recovery


Apa yang dimaksud dengan Enhanced Oil Recovery?
EOR merupakan teknik lanjutan untuk mengangkat minyak jika berbagai teknik dasar sudah dilakukan tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan atau tidak ekonomis. Ada tiga macam teknik EOR yang umum:
Teknik termal: menginjeksikan fluida bertemperatur tinggi ke dalam formasi untuk menurunkan viskositas minyak sehingga mudah mengalir. Dengan menginjeksikan fluida tersebut, juga diharapkan tekanan reservoir akan naik dan minyak akan terdorong ke arah sumur produksi. Merupakan teknik EOR yang paling popular. Seringnya menggunakan air panas (water injection) atau uap air (steam injection).
Teknik chemical: menginjeksikan bahan kimia berupa surfactant atau bahan polimer untuk mengubah properti fisika dari minyak ataupun fluida yang dipindahkan. Hasilnya, minyak dapat lebih mudah mengalir.
Proses miscible: menginjeksikan fluida pendorong yang akan bercampur dengan minyak untuk lalu diproduksi. Fluida yang digunakan misalnya larutan hidrokarbon, gas hidrokarbon, CO2 ataupun gas nitrogen.


Read more...